Panda Merah dan Panda Besar | Berita dan Fakta Ilmiah Harian

Jumat, 11 Maret 2011 - Para ahli taksonomi berpuluh tahun menggolongkan panda merah sebagai salah satu spesies panda kecil tapi hasil studi genetika menunjukkan bahwa gen panda merah lebih dekat ke berang-berang daripada ke panda besar.


Panda merah ukuran panjang tubuhnya hanya 79 hingga 112 cm, bandingkan dengan panda biasa yang rata-rata 150 cm. Karenanya ia disebut juga panda kecil. Panjang ekornya 28 hingga 48,5 cm, lebih panjang dari panda biasa yang hanya 16 cm. Beratnya antara 3 hingga 4,5 kg, jauh lebih ringan dari panda biasa yang beratnya 125 kg.

Panda merah hidup di hutan pegunungan dan hutan bambu pada ketinggian 1800 hingga 4000 meter di sepanjang lereng tenggara Himalaya. Lebih luas dari habitat panda biasa yang hanya terbatas di bagian kecil pegunungan Hsifan di Szechuan barat.

Ada dua subspesies panda merah, panda merah barat (Ailurus fulgens fulgens) yang tinggal, ya, di daerah barat habitatnya, dan panda merah Styan (Ailurus fulgens styani) yang tinggal di daerah Szechuan (mungkin bareng dengan panda biasa), Yunnan dan Myanmar timur laut. Panda merah Styan memiliki badan yang lebih besar, jidat yang lebih tinggi dan warna kuning karatan yang lebih banyak daripada panda merah barat.

Makanan panda merah umumnya pucuk bambu, rumput berair, akar-akaran, buah beri dan buah-buahan, dan juga kadang makan anak burung, telur, pengerat kecil dan serangga. Di tanah, saat berlari, panda merah melengkungkan punggungnya dan mengangkat ekornya sementara mengarahkan tangannya ke dalam pada tiap langkah.

Walau panda merah dapat melompat hingga 1,5 meter, mereka menghindarinya karena mereka lebih suka memanjat. Ia sering berbaring di dahan pohon dan tidur disana. Panda merah jarang terlihat di habitat aslinya. Ia asosial dan hidup sendiri, namun kadang berpasangan. Bila ada bahaya mengancam, ia lari ke lubang di bebatuan atau memanjat pohon.

Apa benar memang panda?

Kalau dilihat, ia kecil banget untuk tergolong jenis beruang seperti panda biasa. Panda biasa bila warna hitam putihnya diganti dengan coklat bakalan susah di bedakan dengan beruang. Tapi panda merah bila dibuang merahnya dan diganti coklat, masih ketahuan kalau dia panda merah. Dia terlalu kecil untuk ukuran beruang. Selain itu, ia penakut. Ayolah, masak beruang penakut. Ini menambah keganjilan si panda merah dari panda khususnya dan beruang pada umumnya.

Sebelum studi genetika ditemukan, orang mengandalkan studi morfologi dan fisiologi untuk mengelompokkan hewan. Beginilah klasifikasi panda merah menurut versi lama taksonomi karnivora:

Carnivora > Procyonines > Panda (Ailurinae) > Panda besar (Ailuropoda) dan Panda merah (Ailurus)

Sekarang beginilah taksonomi filogenetik baru panda dan panda merah:

Carnivora > Caniform > Arctoid > Panda Merah (Ailurus)

Carnivora > Caniform > Arctoid > Beruang (Ursid) > Panda Besar (Ailuropoda)

Penelitian Flynn et al (2000) menunjukkan bahwa panda merah lebih dekat pada keluarga cerpelai (weasel) ketimbang keluarga beruang seperti panda besar.

Ha? Keluarga gue?

Kenapa DNA yang dijadikan patokan?

Dalam evolusi, DNA terus berubah dan dapat dikatakan hampir mustahil bila di suatu ketika, DNA yang telah berevolusi jutaan tahun, secara kebetulan, kembali mirip dengan DNA leluhurnya. Sebaliknya, bentuk tubuh yang menjadi ekspresi DNA dapat menyerupai ujud yang sama sekali berbeda, jika kondisi lingkungan memungkinkan. Ambil contoh yang paling jelas adalah burung, kelelawar dan serangga. Jika mahluk hidup digolongkan berdasarkan alat geraknya, maka dapat dikatakan bahwa burung, kelelawar dan serangga itu sejenis, karena mereka punya alat gerak yang sama, yaitu sayap. Tapi bila kita melihat anggota tubuh lainnya, atau penutup tubuh, atau jumlah jari, atau bentuk gigi, makanan dsb, klasifikasinya akan berubah lagi. Itulah kondisi sebelum genetika ditemukan. Para ahli taksonomi tidak pasti harus memakai standar apa untuk menggolongkan mahluk hidup.

Setelah genetika ditemukan, kita punya standar yang pasti mengenai klasifikasi. Kemiripan DNA adalah standar yang kuat. Dasarnya jelas, DNA adalah dasar dari variasi fisik. Selain itu, ada keuntungan lain, penggunaan DNA bukan saja memastikan cara menggolongkan mahluk hidup, namun juga memastikan posisinya dalam pohon evolusi. Dengan memeriksa kemiripan DNA, kita bisa menentukan yang mana berevolusi dari yang mana.

Hampir semua klasifikasi mahluk hidup yang dibuat sebelum analisa filogeni ternyata benar setelah diperiksa lewat analisa filogeni. Ada beberapa yang ternyata salah, termasuklah panda merah. Berikut pohon evolusi sekaligus taksonomi panda merah.

Referensi

Flynn, J.J., Nedbal, M.A., Dragoo, J.W., Honeycutt, R.L. 2000. Whence the Red Panda? Molecular Phylogenetics and Evolution, Vol. 17, No. 2, November 2000, pp. 190-199

Foote, M. The Evolution of Morphological Diversity. Annu. Rev. Ecol. Syst. 1997. 28:129-52

Van Nostrand’s Encyclopedia of Science.



Tidak ada komentar: