RIP : Steve Jobs



CEO Apple Steve Jobs saat memperkenalkan Iphone 4 di San Francisco , California , 7 Juni 2010 

TEMPO InteraktifJakarta - Kepergian pendiri dan mantan CEO Apple.Inc., Steve Jobs, Rabu, 5 Oktober 2011 malam juga menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter dengantagline #RIP Steve Jobs dan #ThankYouSteve. Banyak pengguna jejaring ini mengicaukan kepergian lelaki di balik penciptaan Iphone dan Ipad dengan rasa terima kasih atas aneka penemuannya di bidang teknologi. 

Promotor Java Musikindo mengicaukan belasungkawa atas kepergiannya dengan rasa terima kasih atas aneka produk temuannya. @DJDrama dalam akunnya bahkan mengatakan pria di balik Ipad, Iphone, Macbook, Ipod hingga aneka animasi Pixar ini sebagai Thomas Alfa Edison dunia modern.

Tak hanya itu, banyak yang menyatakan bela sungkawa dan kerinduan karena pria yang meninggal di usia 56 tahun ini telah menginspirasi, memberikan aneka hiburan, mempermudah pekerjaan, dan sekaligus menantang diri menjadi pribadi yang lebih baik. 

"Kami akan mengingatmu untuk itu, bukan hanya produk-produk yang telah kau ciptakan," seperti yang dikicaukan di beberapa akun, baik di dalam maupun luar negeri.

Chief Editor ANTV dan anggota Dewan Pers, Uni Zulfiani Lubis, di antaranya mengutip Albert Einstein sebagai penghormatan akan kecintaan Steve untuk terus berimajinasi memberikan dunia sesuatu yang lebih baik. "Imagination is more important than knowledge~ Albert Einstein," seperti dikicaukan di akunnya @unilubis.

Salah satu kicauan editor New York Daily News, Josh Greenman, juga menggambarkan kecintaan Steve pada teknologi yang juga memberi dunia banyak pelajaran. Di antaranya berani untuk mengambil risiko. "Jobs lessons: Always risk failure. Imitation is the sincerest form of capitulation. Technology without soul never to heaven goes,"

Mengutip dari @yuswohady, aktivis sosial Fahira Fahmi Idris pun mengkicaukan disiplin yang dimiliki suami Laurene dan ayah empat anak ini agar teknologi ciptaannya bisa dinikmati dunia. "To turn really interesting ideas into a company that can continue to innovate for years, it requires a lot of DISCIPLINES - Steve Jobs."

Tak hanya di Twitter, berita kepergian pendiri Apple ini juga sudah terpampang di halaman pertama Kaskus. Komentar kesedihan dan penghargaan bahwa dunia telah kehilangan orang yang jenius dan berkontribusi besar pada masyarakat ini bahkan sudah sampai 31 laman. Akun print.screen misalnya mem-posting komentar Mark Zuckenberg, penemu Facebook "Steve, thank you for being a mentor and a friend. Thanks for showing that what you build can change the world. I will miss you."

Steve Jobs mendirikan Apple bersama dengan Steve Wozniak di usianya yang ke-21. Sempat didepak dari perusahaannya sendiri, Steve mendirikan NeXT Computer dan membeli perusahaan animasi Pixar. Tetapi saat Apple di ambang kehancuran, Steve kembali memimpinnya ke arah kejayaan. 

Dilahirkan di San Fransico, California, 24 Februari 1955, Steve langsung diadopsi pasangan Paul dan Clara Jobs. Hanya tamatan SMA, Steve drop outsetelah satu semester di Reed College, Oregon. Kecintaannya terhadap teknologi sejak kecil dan kecintaannya pada keindahan, seperti kaligrafi, membawanya pada aneka inovasi teknologi.


Tidak ada komentar: